Menurut legenda Hindu, ia merupakan murid Resi Byasa, yang mengajarinya Jaya, yaitu 8.800 sloka asli dari kitab Mahabharata. Kemudian ia mengembangkan Jaya menjadi 24.000 sloka dengan nama Bharata, yang kemudian ia tuturkan kepada Raja Janamejaya sehabis pelaksanaan sarpa-yadnya atau sarpa-satra (pengorbanan ular). Kitab Hariwangsa juga disampaikan olehnya.
Ia juga merupakan seorang resi yang pertama kali mengajarkan Krishna Yajur-weda. Dalam kitab Ashvalayana Grihya Sutra, ia disebut sebagai Mahabharatacharya. Namanya juga disebut dalam Taittiriya Aranayaka dan Ashtadhyayi karya Pāṇini.[4]
^Britannica Online Encyclopedia, article:Taxila. "The great Indian epic Mahabharata was, according to tradition, first recited at Taxila at the great snake sacrifice of King Janamejaya, one of the heroes of the story."
^Raychaudhuri, H.C. (1972). Political History of Ancient India: From the Accession of Parikshit to the Extinction of the Gupta Dynasty, Calcutta: University of Calcutta, p.38